Monday, May 25, 2015
Captain Speaking
If someone doesn't agree with the rule, please use your parachute and we let you to jump out from this group, ....or the captain will remove you.
we thank you for choosing to joint with us today and we hope you enjoy your discussion"
http://kenisah.blogspot.com
Friday, May 22, 2015
erdogan tentang feminisme dan tentang mursi
Presiden Erdogan: Perempuan Tidak Setara dengan Pria
"Kita tidak dapat menempatkan perempuan dan laki-laki pada pijakan yang sama," katanya dalam suatu pertemuan kaum perempuan di Istanbul. "Itu bertentangan dengan alam."
Dia juga mengatakan feminis tidak memahami pentingnya peran ibu dalam Islam.
Pernyataan Erdogan sering dimaksudkan untuk memperkuat suara di kalangan pendukung inti partainya, kalangan agama, kata wartawan BBC Mark Lowen di Istanbul, tetapi di sisi lain membangkitkan amarah para pemilih yang lebih liberal.
Rakyat Turki yang memiliki pandangan lebih sekuler menganggap, kebijakan-kebijakan sosial pemerintah membawa negara ke arah yang berbahaya, kata wartawan kami.
Erdogan sebelumnya mendesak perempuan untuk memiliki tiga anak, dan mengecam aborsi dan kelahiran melalui operasi caesar.
"Sifat halus"
Dalam konferensi perempuan di Istanbul itu Erdogan mengatakan pula, "Tidak semua pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki, boleh dilakukan perempuan," katanya seperti dikutip kantor berita Anatolia, "karena bertentanagan dengan 'sifat halus' perempuan.
"Agama kita menempatkan ibu dalam posisi sangat tinggi," katanya. "Kaum feminis tidak mengerti itu, mereka menolak fitrah keibuan perempuan."
Sebuah lukisan empu impresionis Matisse, dengan subyek Nezy-Hamide Chawkat, cucu sultan Turki terakhir.
Dia mengatakan wanita membutuhkan rasa hormat yang setara dan bukan kesetaraan.
Erdogan juga mengatakan bahwa keadilan adalah solusi untuk sebagian besar masalah di dunia - termasuk rasisme, anti-Semitisme, dan "masalah perempuan".
Pernyataan-pernyataan pemimpin Turki dari partai berhaluan Islam itu seringkali memicu kontroversi.
Awal bulan ini, ia menyatakan bahwa umat Islam telah menemukan Amerika lebih dari 300 tahun sebelum Christopher Colombus.
Selama 11 tahun menjabat perdana menteri, Erdogan tampil sebagai pemain penting dalam politik kawasan.
Namun, reputasinya memburuk belakangan terkait krisis di Suriah, dan tuduhan berkuasa secara otoriter.
(nwk/nwk)
Erdogan: Vonis Mati Morsi Bak Zaman Mesir Kuno, Tapi Barat Cuma Menonton
Turki sendiri merupakan negara Uni Eropa yang menghapuskan hukuman mati. Pemerintahan dengan akar Islamis di bawah Erdogan menjadi pendukung Morsi setelah kemenangannya pada Pemilu Mesir 2012. Turki beraksi keras terhadap kup yang dilakukan Sisi, aksi kudeta itu didukung Saudi Arabia.
Wednesday, May 6, 2015
Freemason Illuminati di Indonesia
http://kenisah.blogspot.com
Tuesday, May 5, 2015
Catatan tentang restrukturisasi yang bertendensi
Semenjak berposisi di HO, koordinator safety saya berharap bekerja sesuai job nya. Beberapa tidak selesai, lumrah. Namun, terdapat beberapa kejanggalan. Kejanggalan pertama adalah ketika ditanya mengenai pekerjaan yang belum selesai, dia selalu menghindar. Seakan pekerjaan yang diberikan MR itu tidak prioritas, atau tidak mampu mengerjakan. Kejanggalan kedua adalah, dokumen2 bikinannya selalu pengesahan jump to director, tidak melalui MR sbg atasan langsung. Saya tidak mempermasalahkan, tapi saya juga tidak menutup mata.
Krn selalu merasa didesak oleh MR mengenai outstanding pekerjaan, koordinator safety ini akhirnya gerah dan menghadap direktur, memberi opsi petakompli : diberi otonomi sbg safety departement spy terbebas dari outstanding, atau memilih resign. Direktur lebih memilih opsi pertama demi mempertahankan karyawan.
Saya ketika dipanggil direksi ihwal hal ini, sebagai MR juga tidak keberatan. Malah ini meringankan kerjaan saya. Untuk itu, saya membebaskan kreasi dia, padahal ini menyongsong audit eksternal. Walau di akhir audit, ternyata cukup banyak kebobolan. Ya sudahlah.
Setelah masa audit lewat, sang koordinator safety ini memulai pekerjaan rutin. Dalam visit ke proyek2, mengajak dokumen kontrol (DC) untuk menemaninya. Dokumen kontrol diiming-imingi gaji tambahan dan kata2 manis," nanti kamu di bawah abang .... ". Dokumen kontrol, yang memang masih euphoria, akhirnya memilih menemani visit dibanding mengerjakan task dari MR. Padahal sejatinya DC direct dibawah MR.
Ketika DC saya tegur krn kasus diatas, safety koordinator tsb ber-solider sambil merancang sebuah meeting, mengundang direksi bertujuan pengukuhannya sebagai tiga hal ; menjadi manajer safety, memutasi DC untuk jadi sekretarisnya, dan meminta kendaraan dinas.
Jalannya meeting memang seperti itu. Pertama, soal posisi otoritas safety yg lepas dari MR. Direktur menanyakan pendapat saya, dan saya tidak keberatan. Silakan saja.
Kedua, saya diminta berpendapat soal mutasi DC jadi sekretaris safety. Tentang ini saya serahkan kepada DC, mau ikut siapa. Saya sbg MR tidak keberatan DC memilih kemana pun. Bukan hal krusial bagi saya. Saya menduga DC lebih memilih jadi sekretaris krn iming2 "dibawah abang" tadi.
Namun ternyata direksi yang berkeberatan. Direksi menentukan bahwa posisi DC lebih strategis ketimbang sektretaris safety. "Safety tidak butuh sekretaris", gitu kata direksi.
Ketiga, soal mobil, bukan urusan saya, tetapi direksi tidak mengabulkan.
-------------
So, blog ini bertujuan mencatat hal-hal yang riskan dipelintir. Jadi, tidak ada tendensi apa-apa.
Monday, May 4, 2015
Krisis Apakah ?
Sunday, May 3, 2015
Gus Dur tentang Papua
Suatu hari Menko Polkam Wiranto melapor ke Pak Presiden Abdurrahman Wahid terkait pengibaran bendera OPM , Bintang Kejora
"Bapak Presiden, kami laporkan di Papua ada pengibaran bendera Bintang Kejora," lapor Pak Wiranto
kemudian Gus Dur bertanya "Apa masih ada bendera Merah Putihnya?"
Wiranto menjawab, "Ada hanya satu, tinggi."
Gus Dur kemudian menjawab " "Ya sudah, anggap saja Bintang Kejora itu umbul-umnul."
"Tapi Bapak Presiden, ini sangat berbahaya."
Gus Dur marah, "Pikiran Bapak yang harus berubah, apa susahnya menganggap bintang kejora sebagai umbul-umbul! Sepakbola saja banyak benderanya!"
_______________________
Kisah ini disaksikan Menteri Kelautan Freedy Numberi yang diceritakan kembali oleh Prof. Dr. Mubarok, MA saat peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur di rumah Drs. Ali Masykur Musa, Ketua ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama)
------------------
------------------
2. Ngomong 'Merdeka' boleh saja
Kisah yang kedua terkait dengan Papua adalah saat tiba giliran Pak Presiden Abdurrahman Wahid berkunjung ke Irian Jaya, lalu transit di Makasar dan menerima laporan tentang adanya demo besar menyambut Gus Dur di Jayapura, sehingga disarankan Gus Dur untuk mengurungkan niatnya berkunjung ke Irian Jaya.
Jawab Gus Dur ringan, "itu bukan demo, mereka mau menyambut saya."
Ternyata benar sampai di Irian jaya, banyak sekali yang menyambut.
Gus Dur bertanya : "Lantas apa yang kalian minta?"
Orang Papua menjawab ,"Kami minta nama Irian diubah menjadi Papua."
Seketika Gus Dur menjawab
"Mulai hari ini nama Irian Jaya saya ganti menjadi Papua, SKnya nyusul belakang. Apa lagi yang diminta?"
Peserta demo menjawab ,"Kami ingin merdeka."
Gus Dur kembali menjawab enteng :
"Kalau ingin ngomong 'Merdeka' ya boleh, tapi kalau memisahkan diri dari NKRI ya tidak boleh," tegas Gus Dur
___________
dua kisah di atas yang admin ambil dari artikel humor Gus Dur dari majalah Risalah NU no. 36.
http://kenisah.blogspot.com
Saturday, May 2, 2015
"Kami Muak dan Bosan" & "Pantun Zaman Batu" oleh Taufik Ismail
Dahulu di abad-abad yang silam
Negeri ini pendulunya begitu ras serasi dalam kedamaian
Alamnya indah,gunung dan sungainya rukun berdampingan,
pemimpinnya jujur dan ikhlas memperjuangkan kemerdekaan
Ciri utama yang tampak adalah kesederhanaan
Hubungan kemanusiaanya adalah kesantunan
Dan kesetiakawanan
Semuanya ini fondasinya adalah
Keimanan
Tapi,
Kini negeri ini berubah jadi negeri copet, maling dan rampok,
Bandit, makelar, pemeras, pencoleng, dan penipu
Negeri penyogok dan koruptor,
Negeri yang banyak omong,
Penuh fitnah kotor
Begitu banyak pembohong
Tanpa malu mengaku berdemokrasi
Padahal dibenak mereka mutlak dominasi uang dan materi
Tukang dusta, jago intrik dan ingkar janji
Kini
Mobil, tanah, deposito, dinasti, relasi dan kepangkatan,
Politik ideologi dan kekuasaan disembah sebagai Tuhan
Ketika dominasi materi menggantikan tuhan
Kini
Negeri kita
penuh dengan wong edan, gendeng, dan sinting
Negeri padat, jelma, gelo, garelo, kurang ilo, manusia gila
kronis, motologis, secara klinis nyaris sempurna, infausta
Jika penjahat-penjahat ini
Dibawa didepan meja pengadilan
Apa betul mereka akan mendapat sebenar-benar hukuman
Atau sandiwara tipu-tipuan terus-terus diulang dimainkan
Divonis juga tapi diringan-ringankan
Bahkan berpuluh-puluh dibebaskan
Lantas yang berhasil mengelak dari pengadilan
Lari keluar negeri dibiarkan
Dan semuanya itu tergantung pada besar kecilnya uang sogokan
Di Republik Rakyat Cina,
Koruptor
Dipotong kepala
Di kerajaan arab saudi,
Koruptor
Dipotong tangan
Di Indonesia,
Koruptor
Dipotong masa tahanan
Kemudian berhanyutanlah nilai-nilai luhur luar biasa tingginya
Nilai Keimanan, kejujuran, rasa malu, kerja keras, tenggang rasa, pengorbanan,
Tanggung jawab, ketertiban, pengendalian diri,
Remuk berkeping-keping
Akhlak bangsa remuk berkeping-keping
Dari barat sampai ke timur
Berjajar dusta-dusta itulah kini Indonesia
Sogok Menyogok menjadi satu,
Itulah tanah air kita Indonesia
Kami muak dan bosan
Muak dan bosan
Kami
Sudah lama
Kehilangan kepercayaan
"Pantun Zaman Batu"
Inilah pantun-pantun zaman batu,
Pantun untuk mereka yang berkepala batu.
Lihatlah siluman dan preman bersatu,
Mencuri anggaran dengan bersekutu.
Semua mabuk batu akik batu bacan
Yang bawa senapan matanya mendelik cari sasaran.
Hati-hatilah wahai kalian para cendekiawan.
Hanya karena berpikir waras bisa dikriminalkan.
Tawuran, biasanya hujannya hujan batu
Tawaran, biasanya uangnya uang dolar
Jika akhirnya polisi dan koruptor bersatu
Harus dilawan biarpun pangkatnya Jenderal.
Hujan emas di negeri orang
Panen rejeki hatinya girang.
Presiden bilang kriminalisasi dilarang,
Tapi bawahannya tetap membangkang.
Hujan akik di negeri sendiri,
Hidup tercekik sudah menjadi ciri.
Presiden mimpi jadi bangsa mandiri,
Eh, import komoditi tetap jadi mainan menteri.
Hakim jujur bisa kehilangan palu,
Hakim lucu dengkulnya berotak batu.
Jika koruptor ketawa-ketiwi tak lagi punya malu,
Alumni perguruan tinggi harus mengganyang dan bersatu.
http://kenisah.blogspot.com